Jelajah Anak Benua: New Delhi
Wah ternyata udah dua bulan ya gak ngeblog ;p
Padahal enggak kemana-mana, cuma dateng sindrom males-ngeblognya aja.
Padahal juga, dua bulan ini ada beberapa yang bisa diangkat: jarang nonton kontes-kontesan tapi final american idol 2008 mah paling top ever hoho..like both very much (tambah Michael Johns), coba download lagu2x mereka (gratis lagi euy) huhuyy pisan! Wah keren..kerenn..
Terus nonton thomas-uber cup di Senayan (yea, I really like live match in stadium, especially badminton, volley ball, soccer, rugby). The last two I don’t watch on TV, even Euro 2008! Haha..orang yang aneh!
Tapi gak tahu ya, atmosfir stadion itu emang dahsyat. Adrenalin ini langsung naik kalo ngeliat kerumunan orang di stadion, mungkin bakat hooligan terpendam ;p
Kalo nonton olahraga di TV ya harus rame-rame, biar bisa teriak. Kalo sendirian teriak-teriak mah kan siga nu gelo! Heuheu...
Oke lanjut...




India Gate
Sekilas struktur India Gate mirip dengan l’arc de triomphe di Paris yang terkenal itu. India Gate, atau dulu disebut All India War Memorial, adalah monumen peringatan atas gugurnya tentara-tentara India pada Perang Dunia I dan Perang Afganistan. Nama-nama prajurit yang tewas dipahat di monumen ini. Monumen yang dirancang Edwin Lutyens dan peletakan batu pertamanya tanggal 10 Februari 1921 oleh Duke of Connaught selesai tahun 1931 mempunyai tinggi 42 meter. Di bawah monumen ini terdapat api abadi lengkap dengan altar dan topi prajurit yang menggambarkan pahlawan tak dikenal. Jadi kalo ada tamu negara yang mau menaruh penghormatan kepada pahlawan negara yang dikunjungi ya ke tempat ini (kalo di kita mah jauh-jauh ke Kalibata).
Tapi yang enggak saya dapatkan dari literatur, ini prajurit-prajurit yang pergi ke medan Perang Dunia I dan Perang Afgan kan waktu itu India belum merdeka, berarti ini prajurit pergi perang demi Inggris dong ya? Seperti dulu ke Indonesia perang kemerdekaan banyak prajurit Gurkha ke sini??

Nama connaught place itu selain di delhi, juga ada di Hong Kong dan London. Yang di delhi ini nama resminya Rajeev Chowk, merupakan pusat bisnis dan komersial terbesar kedua di India (tahu kan kalo sebenarnya Delhi itu bukan pusat bisnis dan komersial di India, melainkan Mumbai/Bombai? Delhi ’cuma’ pusat pemerintahan saja. Jakarta mah borongan pusat segalanya, kecuali pusat makanan enak, fashion bagus, good looking girls dan education center of excellent...Bandung!! heuheu...)
Arsiteknya adalah Robert Tor Russell yang mulai membangun tahun 1932. Kalo kita melihat peta Delhi atau dari Google Earth, tempat ini bersama koridor Rajpath adalah area di Delhi yang sangat mudah dikenali. kalo koridor rajpath membentang panjang, nah desain CP ini berbentuk lingkaran (radial). Ditengahnya ada taman, yang biasa dipake pameran atau pertunjukan, sedangkan di bawah tanahnya ada pertokoan bawah tanah untuk beli oleh-oleh, suasananya mirip pasar baru bandung. Nah gedung-gedung yang menghadap taman ini berbentuk melengkung mengikuti bundaran taman, demikian juga dengan lapis berikutnya di belakangnya. Arsitektur di kawasan ini sebetulnya sangat menarik, bergaya kolonial Inggris, sayang banyak yang tidak terawat terutama di lapis kedua dan berikutnya. Coba kalo ini ada di Singapur, wah udah jadi tujuan utama turis tuh!

Tahukah anda bahwa selain Jepang dan Korea Selatan, akhir-akhir ini perguruan tinggi di China dan India banyak yang menyodok ke jajaran top universities in Asia?? Wuihh keren ya. Yang bikin kagum, universitas-universitas di India ini bersahaja sekali fasilitasnya. Tidak hanya bila dibandingkan dengan universitas di Jepang, tapi juga di tanah air! Tapi kualitas, woooowww...
Nih contohnya ini Indian Institute of Technology – Delhi, ini gedung rektoratnya.
Mudah-mudahan setelah fasilitas di universitas-universitas kita meningkat, kualitasnya juga meningkat ya, biar sejajar dengan universitas-universitas top lainnya di Asia! Amiinnn..
<< Home