Hajj 2007

Little Haj Azbek Abdul Aziz from Kyrgistan
Inti Ibadah Haji adalah pada tanggal 8 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah. Kalo belum melaksanakan haji suka bingung, tanggal segini apa saja yang harus dilakukan. Kalo udah menjalani baru ngeh…ohhh..gitu tho maksud hadits ini..hehe..
Inti Ibadah Haji adalah pada tanggal 8 Dzulhijjah sampai 13 Dzulhijjah. Kalo belum melaksanakan haji suka bingung, tanggal segini apa saja yang harus dilakukan. Kalo udah menjalani baru ngeh…ohhh..gitu tho maksud hadits ini..hehe..

Tanggal 8 Dzulhijjah atau hari tarwiyah, persiapan haji, yaitu dengan mandi junub, memakai pakaian ihrom, sholat 2 rakaat dan niat haji. Kemudian siap-siap berangkat ke Arofah. Tanggal 8 ini di Mekah macet total, sejak subuh (bahkan malam sebelumnya) bus-bus sudah parkir di depan pemondokan untuk mengangkut jamaah dari pemondokan di Mekah ke Padang Arofah. Bunyi klakson dari malam hari gak putus-putus..
Yang paling penting, tanggal 9 waktu dhuhur harus sudah ada di Arofah (wukuf, sampai sebelum matahari tenggelam). Ada dua cara untuk menuju Arofah: bisa pake bus (rokiban) atau jalan kaki (masiyyan). Yang VVIP pake heli kali ya???
Nah untuk yang jalan kaki, dari daerah Aziziyah – Mekah ditempuh selama sekitar 5 jam, jalan santai sama ibu-ibu dan kakek-kakek (saya denger yang pake bus juga segitu juga lamanya). Jadi sehabis Isya tanggal 8 pergi, jalan-jalan yang dilalui: di wilayah Mekah macet dengan bus-bus dan mobil, sedangkan di Muzdalifah sampai Arofah kosong karena jalan yang dipakai jalan kaki berbeda dengan yang dipake kendaraan.

Sesampai di Arofah tengah malam, lahan-lahan masih kosong sehingga bisa pilih tempat untuk pasang tenda (boleh juga tidur di Masjid Namiroh). Tendanya untuk sekitar 20 orang. Sewaktu nyampe itu capeeek sekali, sehingga langsung aja gelar tiker dan tidur. Later on, tahu yang pasang tenda itu temen segrup aki-aki, wah jadi feeling guilty pisan euy..
Subuh ngantri toilet di WC masih kosong, makin siang main penuh. Tenda yang tadi malam tak bertetangga juga makin siang makin banyak temannya..hehe.. menjelang dhuhur rasanya tidak ada sejengkal tanah pun di Arofah yang tidak dimanfaatkan orang, saking padatnya.
Nah begitu adzan (dan qamat) Dhuhur kita sholat Dhuhur dan Ashar dijama. Setelah itu ada khutbah hari arofah dari Masjid Namiroh (hati-hati yah, Masjid Namiroh ini luas sekali dan terbagi menjadi dua bagian, ada bagian yang berada di tanah harom dan ada yang di tanah halal; wukuf di tanah halal). Setelah khutbah inilah kita berdoa sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT. Ini adalah waktu dan tempat yang sangat makbul untuk berdoa.

Menjelang matahari tenggelam (maghrib) kita bongkar tenda dan siap-siap berangkat. Jadi pas adzan Maghrib, kita langsung meninggalkan Arofah menuju Muzdalifah. Di Muzdalifah kita sholat Maghrib dan Isya dijama, dan kegiatan di sini adalah mengumpulkan batu/kerikil untuk melempar jumroh dan berdoa. Di sini juga tempat yang makbul untuk berdoa.
Berbeda dengan di Arofah, di Muzdalifah ini kita tidak mendirikan tenda. Jadi gelar tikar di jalan dan leppp aja tidur di bawah kerlap kerlip bintang di langit. Cuaca? Dingin sedingin Ciwidey brrr.... tapi karena sudah terlalu capek, ya udah gak inget apa-apa hehe...
Berbeda dengan di Arofah, di Muzdalifah ini kita tidak mendirikan tenda. Jadi gelar tikar di jalan dan leppp aja tidur di bawah kerlap kerlip bintang di langit. Cuaca? Dingin sedingin Ciwidey brrr.... tapi karena sudah terlalu capek, ya udah gak inget apa-apa hehe...

Tanggal 10 Dzulhijjah setelah sholat Subuh, perlahan-lahan kita bergerak meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk melempar jumroh Aqobah. Waktu untuk melempar ini adalah setelah matahari terbit atau dhuha, jadi jangankecepetan juga nyampe jumrohnya. Perjalanan Muzdalifah – jumroh di Mina ini saya rasakan sebagai hal yang paling berat, karena jutaan orang numplek di satu tempat dan waktu yang sama, berdesak-desakan menuju titik yang sama. Di sini juga pemeriksaan oleh asykar sangat ketat terhadap barang bawaan kita dengan sistem yang berlapis-lapis. Jadi kita tidak boleh membawa tas/ransel yang besar. Saya juga kena tarik oleh asykar dan terpaksa meninggalkan kain ihrom cadangan dan sweater di check point. Alhamdulillah, jumroh sekarang sudah berbentuk pipih dan bertingkat tiga, sehingga arus lalu lintas manusia jauh lebih lancar dibandingkan dengan dulu. Insya Allah tahun depan jumroh ini akan menjadi 5 tingkat! Setelah melempar jumroh Aqobah (saja), terus kita bisa mencukur rambut (tahalul) dan ganti pakaian ihrom dengan baju biasa. hari ini juga merupakan hari penyembelihan hewan qurban.

Tanggal 10 malam hari kita harus bermalam di Mina (Mabit). Kemudian kegiatan pada tanggal 11, 12, 13 adalah melempar ketiga jumroh. Jadi tanggal 11 jumroh ula, wustho, aqobah tiga-tiganya dilempar, masing-masing dengan 7 kerikil. Begitu juga dengan tanggal 12 (untuk yang nafar awal) dan diteruskan tanggal 13 (untuk yang nafar tsani). Selama kegiatan melempar jumroh ini kita bermalam di Mina. Tenda-tendanya dikelompokkan menurut negara dan kawasan/regional. Untuk Indonesia dan Asia Tenggara lainnya di daerah Muaisim (inget terowongan Mina?), dari Muasisim ke jumroh kita harus melewati terowong ini.

Untuk Towaf Ifadoh sendiri bisa dilakukan setelah melempar jumroh Aqobah tanggal 10 Dzulhijjah. Atau dilaksanakan di sela-sela hari tasyrik.
Nah begitulah kira-kira rangkaian ibadah haji.
Kesimpulannya satu, rasanya ibadah haji ini adalah ibadah yang paling menyenangkan ;p
dua, biaya yang kita keluarkan tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan, baik pahala maupun pengalaman lahir dan batin,
tiga, ibadah haji tidak hanya memerlukan kemantapan hati dan finansial, tapi juga fisik, jadi sebaiknya pergi haji selagi masih muda, masih sehat, masih kuat.
Ya Allah, semoga yang belum-belum haji dapat menunaikan ibadah haji di tanah suci dan yang sudah haji diberi kesempatan lagi menunaikan ibadah haji. Amiin ya robbal alamiin.
<< Home