Friday, September 28, 2007

A Tribute To My Myanmar Friends

Hari-hari ini Myanmar bergolak dengan adanya ratusan ribu rakyat dan biksu berdemonstrasi menyusul kenaikan harga BBM sebesar 500%. Beberapa bulan lalu saya sempat berkunjung ke Yangon, ibu kota Myanmar sebelum dipindahkan ke Naypyidaw. Ada beberapa surprises saat berkunjung kesana:

I’ve traveled to SEA countries (except Laos) and can clasify Myanmar and Cambodia into the same group. Namun, Yangon mempunyai beberapa bangunan bertingkat lebih dari 10 lantai, Phnom Penh tidak. Bangunan-bangunan tua di yangon juga banyak yang megah, terlihat bahwa dulu ‘mereka’ sempat mencicipi jaman normal. Tapi sekarang, denyut nadi perekonomian di Phnom Penh jauh lebih kencang daripada di Yangon. Lalu lintas di Yangon juga lengang, tidak hiruk pikuk. Kendaraan yang lalu lalang sudah pada butut, apalagi bus dan ‘angkot’nya. Konon katanya harga sedan butut yang di Jakarta mungkin dihargai 40 juta, di sana USD 40.000!!

Obyek wisata paling terkenal di Yangon adalah Shwedagon Pagoda . Inilah titik awal para biksu berjalan berdemonstrasi ke Sule Pagoda. Stupa Shwedagon Pagoda berbalutkan emas, dan di puncaknya bertaburan batu-batu mulia yang tidak terkira harganya, hasil sumbangan dari kaum budhist disana. Di sekeliling stupa juga terdapat beberapa tempat pemujaan dan patung-patung yang juga terbuat dari emas dan batu berharga lainnya. Padahal penduduk mereka miskin-miskin. Saya jadi teringat dengan para pencari dana di jalan-jalan kita. Miris.


Di Yangon ternyata tidak sulit menemukan masjid. Umumnya Muslim Myanmar berasal dari sekitar daerah perbatasan dengan India dan Bangladesh. Jadi untuk mendapatkan makanan halal tidak terlalu sulit.

My bestfriend pours water for Budha in Sule Pagoda
Kembali ke myanmar friends, salah satu sahabat saya selama di tokyo adalah dokter yang doktor. Beda universitas, tapi kamar dia satu lantai dengan saya di apartemen yang sama. Dia pake kamar single karena istrinya kuliah di Hiroshima. Banyak hal yang sampai sekarang masih saya ingat:
Kami suka badminton bareng, dan dia maennya jago sekali. Sempat mewakili negaranya di kancah SEA games, dan bangga banget bisa tanding dengan Ardy B. Wiranata (meskipun kalah). Sering ngejek: kamu orang Indonesia tapi kok maen badmintonnya payah! hehe.. tapi kalo maen double, dia selalu minta dipasangkan dengan saya. Mungkin karena saya ganteng (halah, naon hubunganna??)
Kalo pulang dari kampus datangnya malam2x, sekitar jam 9. Itu waktu dimana saya ada di dapur umum buat masak dan makan malam. Begitu melihat saya dia langsung nongolin kepalanya: have you got your dinner? Kalo saya menggeleng dia langsung bilang ’wait a minute!’ langsung naruh tas di kamar dan balik lagi ke dapur dengan makanannya. Sambil ngobrol, lumayan saya dapet suplemen makanan gratis (mohinga biasanya hehe..)
Pernah teman saya (lady) meminjam kamar saya karena kamarnya yang lebih besar dipinjam teman lainnya yang kedatangan keluarganya (bingung gak?). sewaktu saya nanya teman Indonesia untuk ikut numpang bermalam, si teman Indonesia itu lempeng2x saja. Tapi sewaktu saya cerita ke teman myanmar ini, dia langsung semangat: hayo nginep di tempat saya, tapi saya kuliahnya pagi, nanti kuncinya kamu yang bawa ya! Wah terharu saya..
Sewaktu dia pulang ke negaranya, saya antar sampai ke narita. Sedih juga, saya kira tidak akan bertemu dia lagi. Hmm..ternyata beberapa bulan lalu saya diberi kelonggaran rizki dan waktu untuk mengunjugi dia (dan teman2x myanmar lainnya di sana). Dan selama disana saya feel at home karena keramahtamahan mereka. Alhamdulillah.
Orangnya juga pengertian. Jadi waktu di Shwedagon Pagoda (dan juga Sule Pagoda), dia meminta saya melakukan seperti orang-orang yang Budhist lakukan, yaitu menyiramkan air ke patung Budha, katanya semacam alms lah untuk Budha. Saya bilang so sorry, it against my belief. Dia terkejut gitu terus bilang sorry, no problem then.

Ada dua teman lagi yang satu kampus dan satu apartemen, dan selama di Yangon mereka juga menjamu saya. They are really nice friends, as you ever expected for.
So guys, I hope everything is going well on you and your family and the situation in your country is getting better with a lot of improvement in development and freedom.

|