Wednesday, April 30, 2008

Jelajah Anak Benua: Old Delhi

Pesawat SQ yang saya tumpangi mendarat mulus di Indira Gandhi International Airpor – New Delhi. Meskipun landasannya cukup luas, tapi ternyata bandaranya sendiri tidak begitu bagus dan tidak modern. What a surprise for airport in capital city of a very big nation. Hmm..tapi sekarang sedang direnovasi, mungkin untuk menyambut Commonwealth Games 2010 nanti. Oh ya, terminal internasionalnya (terminal 2) terpisah sekitar 7 km dari terminal domestiknya, aneh ya? Hehe..

Here are some objects in Old Delhi: Masjid Jami, Red Fort, Safdarjung Tomb, Humayun Tomb dan Qutb Minar. Sebetulnya Old Delhi ini bagian kota lama di Delhi, yang dibangun Shah Jahan pada tahun 1638, dalam rangka memindahkan kerajaan Mughalnya dari Agra ke Delhi. Kota Old-Delhinya sendiri terdiri dari benteng kerajaan (imperial citadel/red fort), Jama Masjid, Chandni Chowk, dan kawasan permukiman yang dipagari tembok benteng kota dengan 14 gerbang, yang saat ini hanya tersisa 3 gerbang saja: gerbang Delhi, Turkman, dan Ajmeri. Di foto – foto ini yang masuk area Old Delhi adalah Jama Masjid dan Red Fort. Tiga lainnya di luar benteng Old Delhi, tapi merupakan peninggalan jaman kerjaan Mughal baheula, sebelum penjajah Inggris datang.




Jama Mosque - Masjid Jami Delhi
Masjid Jami -yang dibangun oleh Shah Jahan tahun 1650-1656 dengan 5,000 pekerja- merupakan masjid terbesar di India, yang halamannya dapat menampung sekitar 25.000 orang. Tapi jangan salah ya, jumlah segitu adalah dengan halaman/courtyardnya. Sedangkan bangunan utamanya sendiri (yang ada kubahnya) mempunyai ukuran 61 x 27,5 m, dengan menara kembar berketinggian 130 feet/40 meter. Masjid yang diarsiteki Ustad Khalil ini dibangun di atas bukit dari batu merah, dan merupakan salah satu tonggak pencapaian arsitektur Mughal yang sangat indah.


Lal Qila - Red Fort - Benteng Merah
Lal Qila dibangun oleh Shah Jahan dengan arsitek Ustad Hamid dan Ahmad pada tahun 1639 selama 9 tahun dan menjadi pusat pemerintahan kekaisaran Mughal sampai dengan 1857, sewaktu penjajah Inggris datang dan menumbangkan raja terakhirnya Bahadur Shah Zafar. Namun disini pula bendera India pertama kali dikibarkan pada hari kemerdekaannya dari Inggris. Dulu, di dalam benteng kerjaan ini terdapat banyak bangunan istana yang uindah. Namun sewaktu penjajah Inggris menyerang 1857 itu, sekitar 75% bangunan disana hancur dan kemudian dijadikan markas tentara penjajahan Inggris di India. Yang tertinggal hanya beberapa bangunan seperti Diwan—Khas, Diwan-i-Aam, Hamam, Masjid Moti. Whoah, sad story...



Safdarjung Tomb
Safdarjung Tomb, yang terletak di ujung jalan Lodhi ini merupakan taman pusara/kuburan (tomb) terakhir di Delhi. Pusara ini adalah kuburan Safdarjung (Mirza Muqim Abul Mansur Khan), seorang perdana menteri yang sangat kuat, dibawah raja Mughal Muhammad Shah, dibangun 1754 oleh Nawab Shuja-ud-Daulah, anaknya. Wooww..anak yang berbakti yaaa..;p

Humayun Tomb
Humayun Tomb, terletak di ujung yang lain dari jalan Lodhi, adalah kuburan raja Mughal kedua Nashirudin Humayun. Dibangun 1565 oleh Haji Hamida Bega Begum-istrinya dan Dara Shikoh-murid Shah Jahan dan diarsiteki Mirak Mirza Ghiyas dari Persia, kuburan ini merupakan komplek taman kuburan pertama Mughal, dan menjadi inspirasi bagi bangunan sejenis lainnya, termasuk Taj Mahal!
Bangunan yang sangat indah ini termasuk UNESCO World Heritage building, dan katanya kalo gak ada Humayun Tomb, mungkin Taj Mahal pun gak akan pernah ada!
Qutb Minar - Pole Tower - Menara Kutub
Qutb Minar, dibangun di kawasan bersejarah Kesultanan Delhi dibawah Qutbuddin Aibak. Tahun 1193 Sultan Qutbuddin membangun Masjid Quwwatul Islam lengkap dengan Menara Kutubnya ini, namum menaranya belum setinggi sekarang, baru tingkat pertama saja. Beberapa sultan setelahnya membangun tingkat demi tingkat: Sultan Iltutmish, Alauddin Khilji dan terakhir Feroza Shah Tughlaq yang pada tahun 1368 menambahkan tingkat tertinggi menara tersebut. Komplek bangunan ini juga merupakan UNESCO World Heritage building.

Kesimpulan: di Delhi ini buanyaaak sekali monumen-monumen kuno yang bersejarah, dan telah menunjukkan keindahan arsitektur Islam yang tiada tara. Peninggalannya tersebar di seluruh pelosok kota, ada yang sangat terawat, banyak pula yang jadi monumen terlantar. Jadi untuk pengagum arsitektur dan penikmat sejarah, Delhi adalah tempat yang tepat untuk anda. Oh ya, tiket masuk ke tourism objects di Delhi dipisah untuk turis lokal dan asing. Untuk turis asing seperti kita, harga tiketnya bisa sampai 25 kali (yeah DUA PULUH LIMA) kali lipatnya tiket buat orang lokal...wakwawwww....

|