Yogya oh Yogya


Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun
wah garuda terbakar, unbelievable.
beberapa waktu lalu saya menghadiri workshop internasional di Yogya, mungkin itu even internasional terbesar tahun lalu di Yogya. dan 'official partner' yang mengantarkan peserta dari Jakarta ke Yogya ya Garuda itu. panitianya served the best.
penerbangannya jam 06.00, sangat tidak nyaman, karena dari rumah jam 03.30 untuk ngejar bus bandara paling pagi jam 04.00. beberapa kolega saya dari luar malah harus nginep di bandara. alhamdulillah lancar, meskipun begitu roda napak tanah/landing di adisucipto, pesawat kerasa langsung direm.
ya karena lintasannya yang sangat pendek (pendekan mana sama husen ya?)
buat orang jakarta/bandung, ke Yogya bukan hal istimewa lagi. tapi pada event itu ada banyak privilage yang belum pernah saya alami sebelumnya: dikasih kamar di top floornya hyatt, sendirian lagi selama 7 hari (kelasnya saya mah biasanya dikasih bintang tiga dan sekamar berdua..haha..).
dan yang paling istimewa, makan malam di..keraton Ngayogyakarto Hadiningrat! (didirikan Pangeran Mangkubumi, 1755). ada yang pernah? di surat undangannya tertulis 'Royal Dinner Invitation' huhuyyy..
dulu sewaktu jadi turis, pernah juga makan gudeg di warung depan kraton hehe..tapi di event itu, bener-bener di halaman dalam kraton! namanya apa ya? itu lho yang kalo kita di alun-alun utara terus langsung menghadap halaman depan kraton yang beratap, daerah tertutup bagi turis. jadi bukan di ruang makan yang biasa kita lihat di belakang kraton itu.
selama perjamuan ditampilkan pula tari Srimpi Pandelori, yang anggun dan super lambat. saya bilang ke temen india: ini tari kraton asli. dulu gak sembarang orang bisa melihat tarian ini, jadi kamu harus merasa istimewa melihatnya! (bener gak tuh infonya?).
setelah itu ditampilkan pula tari Anila Prahasta yang atraktif (gambar 1). sehingga setelah acara usai, para undangan terlihat begitu senang dapat kesempatan Royal Dinner di istana raja.
Dinner berikutnya di Vredeburg Fort (artinya benteng perdamaian, selesai 1787). menarik juga. padahal kalo siang mah rada-rada serem tuh tempatnya hehe..
hari terakhir, saya dapat garuda yang jam 16.00. tapi kolega saya keukeuh pengen ke borobudur. jadi ya saya antar. balik ke hotel jam 15.30, beres-beres dan check out, nyampe bandara ngos-ngosan jam empat lebih.
wah udah gak ada harapan nih, lha wong di counter check-innya juga kosong gak ada yang ngantri. tapi iseng-iseng saya tanya, garuda jam 16.00 udah terbang ya? si mas di counter: masih bisa tuh, belum terbang! alhamdulillah..ada gunanya juga ya pesawat yang gak tepat waktu! hehe..alhasil sang garuda besi terbang jam 17.30..
kembali ke lap..eh..ke dunia penerbangan. pernah punya pengalaman mengerikan pakai pesawat? saya ingat-ingat ternyata pengalaman terbang saya dari jogya (lagi-lagi!) ke jakarta, tapi bukan garuda.
waktu itu musim hujan besar, sampai adisucipto atap bandaranya pada bocor, jadi dimana-mana ada ember buat nalangin air hujan. malu sekali, soalnya saya terbang sama temen jepang.
sekitar tiga jam kemudian pesawat take off, padahal di luar masih hujan. begitu di atas, hujan deras dan petir bersahutan. sementara orang-orang dewasa diam seribu bahasa (mungkin berdoa di dalam hati), anak-anak kecil menangis dan berteriak-teriak ketakutan. temen jepang saya? pucat pasi!
di jepang, kalo ada hujan besar langsung penerbangan dibatalkan. itu saya alami waktu mau ke okinawa. hari pertama, sudah sampai bandara tapi dibatalkan, jadi pulang lagi bawa koper.
hari kedua bawa koper ke kampus sambil menunggu berita boleh tidaknya terbang. ternyata tidak boleh, jadi pulang lagi bawa koper. hari ketiga, pagi-pagi dapat kabar dari pihak bandara kalo kami bisa terbang. wah sampai segitunya ya..kocak..
gambar 2: hyatt yogya
wah garuda terbakar, unbelievable.
beberapa waktu lalu saya menghadiri workshop internasional di Yogya, mungkin itu even internasional terbesar tahun lalu di Yogya. dan 'official partner' yang mengantarkan peserta dari Jakarta ke Yogya ya Garuda itu. panitianya served the best.
penerbangannya jam 06.00, sangat tidak nyaman, karena dari rumah jam 03.30 untuk ngejar bus bandara paling pagi jam 04.00. beberapa kolega saya dari luar malah harus nginep di bandara. alhamdulillah lancar, meskipun begitu roda napak tanah/landing di adisucipto, pesawat kerasa langsung direm.
ya karena lintasannya yang sangat pendek (pendekan mana sama husen ya?)
buat orang jakarta/bandung, ke Yogya bukan hal istimewa lagi. tapi pada event itu ada banyak privilage yang belum pernah saya alami sebelumnya: dikasih kamar di top floornya hyatt, sendirian lagi selama 7 hari (kelasnya saya mah biasanya dikasih bintang tiga dan sekamar berdua..haha..).
dan yang paling istimewa, makan malam di..keraton Ngayogyakarto Hadiningrat! (didirikan Pangeran Mangkubumi, 1755). ada yang pernah? di surat undangannya tertulis 'Royal Dinner Invitation' huhuyyy..
dulu sewaktu jadi turis, pernah juga makan gudeg di warung depan kraton hehe..tapi di event itu, bener-bener di halaman dalam kraton! namanya apa ya? itu lho yang kalo kita di alun-alun utara terus langsung menghadap halaman depan kraton yang beratap, daerah tertutup bagi turis. jadi bukan di ruang makan yang biasa kita lihat di belakang kraton itu.
selama perjamuan ditampilkan pula tari Srimpi Pandelori, yang anggun dan super lambat. saya bilang ke temen india: ini tari kraton asli. dulu gak sembarang orang bisa melihat tarian ini, jadi kamu harus merasa istimewa melihatnya! (bener gak tuh infonya?).
setelah itu ditampilkan pula tari Anila Prahasta yang atraktif (gambar 1). sehingga setelah acara usai, para undangan terlihat begitu senang dapat kesempatan Royal Dinner di istana raja.
Dinner berikutnya di Vredeburg Fort (artinya benteng perdamaian, selesai 1787). menarik juga. padahal kalo siang mah rada-rada serem tuh tempatnya hehe..
hari terakhir, saya dapat garuda yang jam 16.00. tapi kolega saya keukeuh pengen ke borobudur. jadi ya saya antar. balik ke hotel jam 15.30, beres-beres dan check out, nyampe bandara ngos-ngosan jam empat lebih.
wah udah gak ada harapan nih, lha wong di counter check-innya juga kosong gak ada yang ngantri. tapi iseng-iseng saya tanya, garuda jam 16.00 udah terbang ya? si mas di counter: masih bisa tuh, belum terbang! alhamdulillah..ada gunanya juga ya pesawat yang gak tepat waktu! hehe..alhasil sang garuda besi terbang jam 17.30..
kembali ke lap..eh..ke dunia penerbangan. pernah punya pengalaman mengerikan pakai pesawat? saya ingat-ingat ternyata pengalaman terbang saya dari jogya (lagi-lagi!) ke jakarta, tapi bukan garuda.
waktu itu musim hujan besar, sampai adisucipto atap bandaranya pada bocor, jadi dimana-mana ada ember buat nalangin air hujan. malu sekali, soalnya saya terbang sama temen jepang.
sekitar tiga jam kemudian pesawat take off, padahal di luar masih hujan. begitu di atas, hujan deras dan petir bersahutan. sementara orang-orang dewasa diam seribu bahasa (mungkin berdoa di dalam hati), anak-anak kecil menangis dan berteriak-teriak ketakutan. temen jepang saya? pucat pasi!
di jepang, kalo ada hujan besar langsung penerbangan dibatalkan. itu saya alami waktu mau ke okinawa. hari pertama, sudah sampai bandara tapi dibatalkan, jadi pulang lagi bawa koper.
hari kedua bawa koper ke kampus sambil menunggu berita boleh tidaknya terbang. ternyata tidak boleh, jadi pulang lagi bawa koper. hari ketiga, pagi-pagi dapat kabar dari pihak bandara kalo kami bisa terbang. wah sampai segitunya ya..kocak..
gambar 2: hyatt yogya
<< Home