Jelajah SEA Bangkok

Sejak dari pesawat sampai imigrasi terlihat orang-orang dari berbagai bangsa menuju bangkok untuk (terutama) satu tujuan: liburan.jadi makin penasaran, apa ya keunggulan bangkok sampai menyedot begitu buanyak wisatawan, sampai2x beberapa tahun lalu bangkok dinobatkan jadi kota wisata nomer satu di dunia (untuk kategori pulau, bali nomer satu. great!)
jalan yang menghubungkan bandara sampai ke pusat kota suasananya sangat mirip jakarta: jalan tol layang seperti tol sedyatmo. bedanya, di kiri kanan tol gedung-gedung memasang foto raja thailand berukuran raksasa dan lambang kerajaan (pikir saya waktu itu: udik!, yg setelah ngobrol dengan org2x thai kemudian saya ralat)
sampai ke khaosan road, pusat backpacker bangkok yang ramainya belasan lipat daripada jalan jaksa, langsung saya cari guesthouse yang direkomendasikanguidebook. letaknya tersembunyi, jauh dari keriuhan khaosan road. ada kolam renangnya lagi, hehe...
tujuan utama saya ke bangkok adalah (apalagi kalau bukan) grand palace, istana raja thailand yang didirikan tahun 1785tiket masuknya lumayan mahal: 250 baht, tapi itu sebetulnya tiket terusan termasuk tiga obyek milik kerajaan lainnya. sayangnya letaknya cukup jauh,sehingga kalo kita datang ke grand palacenya siang agak sore gak akan cukup waktu untuk terus ke tiga obyek itu. tiketnya sendiri cuma berlaku untuk satu hari itu saja.obyek lainnya yang sempat saya kunjungi wat arun, suan lum night bazaar, shopping complex di stadium, dan..patpong! haha.. ceritanya temen saya Aroon orang thai nantangin: ayo mau kemana lagi? saya bilang I have no idea about pangpong, shall we visit? dia senyum: gua seumur-umur belum pernah kesana.hehe..
yah sama lah kalo ada temen-temen dari negera lain nanya mangga besar. yang saya tahu cuma mangga dua ;pternyata, patpong tidak seseram yang saya bayangkan. terdiri dari dua soi (gang) yang ramai, di tengah-tengah gang itu ada orang-orang jualan cinderamata seperti kaos thai.sementara di kanan kiri gang terdapat banyak bar yang dari luar terlihat cewek-cewek bar berbikini sedang meliuk-liukkan badannya ;pjadi sambil pura-pura milih kaos, sempet juga tuh ngelirik-lirik apa yang terjadi di dalam bar-bar di patpong. huehehe... untuk makanan, di khaosan road banyak juga pedagang muslim. tandanya, toko/gerobak makanan mereka ada tulisan arabnya (bismillah atau assalamualaikum) atau tanda bulan bintang. saya lebih senang yang pake gerobak,karena mereka orang thai dan makanannya pun khas thai. sedangkan waktu si Aroon nraktir di restoran muslim, ternyata makanannya rada keindia-indiaan. jadi serasa di kuala lumpur...
<< Home