Monday, March 20, 2006

TSJ II Penang: Ada Yang Gratisan Disini!

Image hosting by Photobucket
Image hosting by Photobucket

darimana lagi ya bisa backpackeran yang lumayan murah? yupe, bisa dari medan!
tapi kalo diitung dengan tiket ke medannya, jatuhnya mahal juga euy. tapi kalo ada tugas ke medan, ada enaknya juga langsung nyebrang ke Penang alias Pulau Pinang.
dari medan, bisa pake kapal terbang langsung ke sana (dengan fiskal 1 juta), atau pake fast ferry dari belawan (fiskal 500 ribu). tiket ferry RM 140 (Rp. 350.000,- hasil naek gara-gara kenaikan BBM yang lalu, asalnya cuma RM 80-90). tiket itu termasuk bus dari travel agennya di medan sampai ke belawan.
enak gak pake ferry cepat? wuaaahhh..kapok man! seumur-umur gak pernah namanya muntah karena goncangan di kendaraan. sekali-kalinya ya itu di ferry cepat medan - penang. susyeh juga, mau teriak ke nahkodanya biar jalannya pelan-pelan nanti ditimpukin abk, mau terjun ke laut juga gak yakin bisa berenang sampe ke penang. yah pasrah ajalah ;p
singkat cerita inilah kali ketiga saya menginjakkan kaki ke negeri jiran. dan petugas imigresen di sini...paling menyebalkan! gak ramah sama sekali, cerewet:punya uang ringgit berapa, rupiah berapa, mana tiket pulang dst. mungkin karena saya ngisi form: akan tinggal di rumah teman. lebih ramah kalo kita tulis holiday, dan akan menginap di hotel bintang sekian. petugas custom/bea cukainya malah ramah: ini bika ambon ya? ayuh lalu sahaja! hehe...
oh ya `Penang` ini sebenarnya merupakan negara bagian beribukota Georgetown yang terdiri dari (Pulau) Pinang dan secuil tanah di semenanjung malaysia dengan kota besarnya Butterworth.
nah terminal ferrynya sendiri ada di bagian kota tua georgetown. jadi begitu keluar dari ferry langsung kita berhadapan dengan obyek-obyek wisata Pulau Penang: Port Cornwallis, benteng yang dibangun tahun 1804, dan clock tower, menara jam hadiah jutawan setempat bagi Diamond Jubileenya ratu inggris Victoria tahun 1897. (gambar 1).
jalan sedikit di kawasan ini kita bisa menemukan buanyak sekali bangunan-bangunan kolonial yang masih baik terpelihara, salah satunya kantor bea cukai yang didirikan tahun 1917 (foto 2). ingat, penang, aceh, malaka, banten, singapura pernah jadi pusat perdagangan antar bangsa di nusantara. sebagai old_historical_buiding_freak, kawasan ini bisa sangat saya nikmati. sambil ngebayangin rasanya jadi tauke di jaman keemasan penang, diiringi bedinde-bedinde..hushhh...!
nah jalan ke selatan dikit, ada jalan masjid kapitan keling. disini memang ada masjid yang pada awal abad 19 didirikan oleh Cauder Mohudden, pedagang India yang jadi `kepala suku` komunitas india muslim disana, makanya `kapiten keling`. nah, KARENA islam di malaysia adalah agama negara, kebebasan beragama dijamin. di jalan ini, selain ada masjid, ada juga gereja, kuil, dan kelenteng.
mesjid tua yang menarik lainnya adalah mesjid aceh di jalan aceh, yang didirikan Syed Sheriff Tengku Syed Hussain Aidid dari Aceh tahun 1820. ada juga State Mosque di Jalan Mesjid Negeri yang lokasinya sedikit di luar kota. obyek menarik lain, mungkin KOMTAR. ini kependekan dari KOMplek Tun Abdul Razak, gedung 65 lantai tempat pemda setempat, departemen store dan perkantoran berada. kalo mau, kita bisa naik ke lantai 57
untuk melihat pulau pinang dari ketinggian.
selain gedung komtar ini, yang sering dijadikan landmark penang adalah jembatan penang, yang menyambungkan pulau pinang dengan semenanjung malaysia. dengan panjang 13,5 km, 8,5 km diantaranya berada di atas air, jembatan yang dibuka september 1985 ini membutuhkan waktu 39 bulan untuk membangunnya dengan biaya RM850 juta. jembatan penang merupakan jembatan terpanjang di asia tenggara, dan masuk 10 besar dunia.
obyek terkenal lain sebetulnya batu ferringhi, salah satu pantai terindah di malaysia. tapi saya yakin, pantai-pantai per-gili-an di lombok jauh lebih indah. jadi saya gak ke pantai batu ferringhi ini hehe...
nah kalo sudah selesai muter-muter di pulau pinang, balik lagi ke semenanjung malaysianya bisa dengan dua cara: pertama lewat jembatan penang tadi, dan kedua pake ferry yang bisa ditempuh 15 menit saja. dan dua-duanya...GRATIS!
jadi ceritanya jembatan penang dan ferry itu bayar kalo kita dari semenanjung ke pulau. tapi kalo dari arah sebaliknya mah gratisss..
setelah sampai di kota butterworth di semenanjung, kita bisa pake bus atau kereta, baik ke utara (bangkok) atau ke selatan (kualalumpur/singapura).
ke KL pake bus lebih cepat (5 jam-an), tapi ingat prinsip backpacker: bermalam di kendaraan, jadi tidur di kereta senandung malam (9 jam-an) nyampe KL pagi jadi pilihan yang baik.
oh ya, kereta ini ada beberapa kelas. AC, non AC dan kereta tidur. yang duduk AC tiketnya Rp. 75.000,- sekelas lah sama parahyangan eksekutif. cuma disini jangan harap ada pramugari yang nawarin makanan, jadi siap-siap kelaparan.
di gerbongnya ada TV dengan acara seperti funniest home video, just for laugh dst. menjelang akhir perjalanan, video digantikan radio. lagu pertama..gampang ditebak: cindai by si geulis siti nurhaliza. lagu kedua: wahhh musiknya jadul buanget dah...
sesaat kemudian suara vokal cewek keluar..hhmmm...rasanya kenal sama suara ini...uhhmmm..ternyata elvy sukaesih menyanyikan lagu `taman ria`! wakwawww...

|