Thursday, September 15, 2005

Disaster Prevention

Image hosted by Photobucket.com

sebelumnya, turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya ratusan orang dalam musibah mandala air.
termasuk didalamnya Bapak Raja Inal Siregar, orang tua teman kuliah saya. tabah ya, ta!

ok, lanjut cerita. di jepang, bila ada musibah besar, entah itu gempa, banjir, kebakaran dsb orang akan dikumpulkan di tempat penampungan atau shelter. bisa di lapangan terbuka, gedung/hall yang konstruksinya kokoh atau tempat lainnya. yang jelas, di tiap sudut kota ada petunjuk bahwa lapangan/gedung X adalah tempat penampungan bila terjadi bencana, jadi semua orang tahu kemana harus berkumpul. begitu pula dengan di tempat umum: hotel, asrama, sekolah, selalu ada petunjuk jalan keluar dan cara bagaimana harus bertindak bila ada bencana. kadang2x malah ada latihan simulasi menghadapi bencana.
anyway, winter 2003, locus: dorm tokyo academic park, day: sunday.
It`s always very hard to be a student in japan. kuliah-paper-riset-kuliah-paper- riset..muterrr aja disitu tiap harinya hampir 24 jam. jadi weekend adalah waktu yang
tepat untuk balas dendam tidur seharian. sabtu - minggu baru rame siang2x karena orang2x tidur sampai siang hari.
hari minggu itu kang bagas ada pengajian siang di saitama, sekitar 2 jam dari dorm. jadi jam 8, begitu abis mandi, perut keroncongan minta diisi. langsung saja saya pergi ke dapur umum dengan pakaian atas kaus dan bawah SARUNG, indonesia raya banget dah pokoknya, mumpung yang lain belum pada bangun! menu sarapan yang mau dibuat adalah sandwich isi telor.
segera saya ambil katel/wajan baru made in china yang saya beli di toko 100 yen-shop beberapa hari sebelumnya. wah tampilannya oke juga tuh katel. masukan minyak goreng ke katel, kompor listrik dinyalakan, dan nunggu minyaknya panas. semenit...dua menit... kok mengepul asap ya dari minyaknya?
*hmm..mungkin karena katel baru dan minyaknya mau segera mendidih kali ya...*
tiga menit..
*lho!..lho! kok asapnya tambah besar???*
blussshhhh!!!.....tiba-tiba di atas katel timbul api besar. wah panik, saya ambil air pake tangan, tumpahkan ke katel...bluwwwwww!!! api malah tambah besar!!
sepertinya si api mencapai sensor di penghisap asap, karena beberapa detik kemudian....ngiung...ngiung...sirine terdengar keras. dalam kepanikan, api saya padamkan dengan mematikan kompor. alhamdulillah, api makin mengecil.
tiba-tiba..geruduk-geruduk..kazu-san dan satyajit yang kamarnya paling deket ke dapur, berlarian ke dapur dengan mata yang masih sipit dan rambut acak-acakan baru bangun. what`s going on?
*saya cuma nyengir aja: sorry I wake you up! hehe..pasti mereka terbangun oleh alarm dapur ini, gitu pikir saya*
plok..plok..dari kejauhan saya dengar beberapa orang berlarian mendekat...ternyata 3 satpam yang berkeringat berlarian ke dapur lantai 6 (di kemudian hari saya tahu dari markasnya di sisi gedung mereka lari dan naik tangga karena lift dimatikan).
*ooohhh...kayaknya sistem alarm di pusat kontrol satpam nyala, pikir saya sambil nyengir*
beberapa detik kemudian....gradak-gruduk...satu per satu tetangga satu lantai berdatangan!!
*wah, ternyata alarmnya terdengar satu lantai ya?? hebat juga sistemnya, tapi malu euy diliatin temen2x sedang ditanya satpam, begitu saya masih mikir*
wus..wus..tiga teknisi datang menghampiri sambil berlari-lari.
*suasana jadi gak enak nih udah banyak orang ngerumunin dapur*
detik demi detik..
*loh!..loh!..itu kan anak lantai 10?? yang itu anak lantai 3?? kok pada tahu?? mana semuanya pada kucel baru bangun tidur lagi, tahu dari mana ya?*
di dalam dapur, kang bagas diinterogasi sama satpam dan teknisi, gimana kejadiannya. sementara, puluhan orang di luar dapur melihat dengan penuh keingintahuan ada apa kang bagas pake sarung dan diinterogasi satpam.
*wuahhh....malu banget euy!!*
setelah puas ditanya-tanyai, dan diberi wejangan sama teknisi (kalo madamkan api pake alat pemadam kebakaran, atau pake kain basah, atau pake air sabun; jangan pake air!!) orang-orang langsung masuk dapur, dan gantian mewawancarai kang bagas.
satu pertanyaan dari saya: kok klean yang di lantai 3 dan 12 tahu ada yang terbakar sih? orang kebakaran kecil doang??
jawab mereka: gigi lu peang! lagi asyik-asyik tidur sirine di kamar berbunyi dan ada pengumuman otomatis dari sentral "telah terjadi kebakaran di lantai 6 gedung ini, segera tinggalkan kamar anda sekarang juga!! harap lewat tangga karena lift telah dimatikan!"
olala...ternyata sirine dan pengumuman itu masuk ke 240 kamar (satu gedung)!!
*baru tahu kemudian bahwa waktu itu ada yang sedang mandi, terus lari pake handuk ke lantai dasar pake tangga dari lantai 14!! (halo pak dosen IPB, sehat pak?); ada yang bawa koper; tidak sedikit yang ketinggalan kunci di dalam kamar!*
sejak saat itu temen-temen menjuluki saya `the fire maker` dan satpam-satpam dengan manisnya tersenyum kalo ketemu!
nah, gak tahu karena kejadian ini atau bukan, beberapa hari kemudian diadakan latihan menghadapi bencana, yang salah satu bentuk latihannya itu adalah.... cara memadamkan api!!

|