Saturday, August 14, 2004

Fujisan



Someone who never climb fujisan is a fool. Someone who climb fujisan twice is a double fool. (from somewhere on the net)
Bus Keio itu mengantarkan kami dari terminal shinjuku ke punggung gunung fuji. ya, kami, tiga indonesian dan empat nihonjin, berniat mendaki gunung fuji (3.776 m) yang sangat tersohor itu.
tiba di pos 5 pada pukul 10 malam, kami bersiap-siap mengganti pakaian dengan pakaian tebal dan mempersiapkan peralatan standar tongkat, senter, oxygen dan obat2xan.
perjalanan dari pos lima ke pos enam sangatlah mudah, jalan yang dilalui relatif datar dengan perkerasan yang cukup padat. dari ketinggian ini kami bisa melihat indahnya beberapa kota kecil nun jauh di bawah sana.
kesulitan menghadang di pos enam ke pos tujuh. jalan berpasir dan berkerikil membuat langkah terasa tidak pernah maju. beberapa kali kami mecuri waktu untuk beristirahat dan membayangkan kesulitan apa lagi yang akan kami hadapi sampai pos 10 (puncak). tiap orang menyemangati yang lainnya dengan ucapan gambatte! dan kata-kata pelipur lara `step by step lead you to the summit`. beberapa orang mulai merasakan altitude sickness: pusing2x dan mual karena kekurangan oksigen.
ada seberkas harapan ketika perjalanan dari pos tujuh ke delapan dimulai. jalan yang dilalui adalah bebatuan padat dan runcing dengan kemiringan yang sangat terjal. ini mebuat langkah kami terasa solid dan berarti. kami pun bersemangat lagi untuk terus mendaki.
namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama. kembali jalan yang dilalui adalah jalan berpasir dan berkerikil. langkah demi langkah dengan sangat berat dilalui. sementara kram, pusing2x dan mual2x menjangkiti hampir semua dari kami. akhirnya pukul tiga seperempat kami tiba di pos delapan.
pukul empat langit gelap perlahan tersibak sapuan garis kekuningan. dan beberapa menit kemudian di ufuk barat muncullah sang mentari dengan membawa terang. subhanallah, cuma itulah kata yang tepat diucapkan melihat begitu dahsyatnya pemandangan di sekitar.
dan kami terbengong-bengong melihat kebawah, we realized that we can go so far ternyata. kumpulan awan dan puncak-puncak gunung lain yang muncul menggapai awan dibawah terlihat jelas dari tempat kami berdiri. alhamdulillah..
wait..wait..chotto matte kudasai!! laporan pos sembilan sepuluhnya mannna?
yeee..orang tuur nyaris coplok gitu, berempat tinggal di pos delapan sementara tiga orang menuju puncak (jiga AFI nya?). dan dengan bangga saya nyatakan, saya termasuk yang empat orang itu...huhuhu...

|